Black Tea (2024) adalah film drama romantis yang disutradarai oleh Abderrahmane Sissako dan ditulis bersama oleh Kessen Tall. Film ini dibintangi oleh Nina Mélo sebagai Aya dan Chang Han sebagai Cai. Cerita film ini mengikuti perjalanan Aya, seorang wanita muda asal Pantai Gading yang memutuskan untuk meninggalkan negaranya dan memulai hidup baru di Guangzhou, China, setelah menolak menikah pada hari pernikahannya.
Film ini dimulai dengan adegan pernikahan Aya, di mana dia mengejutkan semua orang dengan menolak menikah dengan calon suaminya. Keputusan ini membuat Aya merasa terasing dan tidak diterima oleh keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Dengan tekad untuk memulai hidup baru, Aya memutuskan untuk pindah ke Guangzhou, China, di mana dia berharap dapat menemukan kebahagiaan dan kedamaian.
Setibanya di Guangzhou, Aya menemukan pekerjaan di sebuah toko ekspor teh yang dikelola oleh Cai, seorang pria Tionghoa berusia 45 tahun. Cai adalah seorang pria yang pendiam dan penuh misteri, yang telah menjalani hidup yang penuh dengan kesulitan dan tantangan. Meskipun awalnya hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja, Aya dan Cai perlahan-lahan mulai saling mengenal dan mengembangkan perasaan satu sama lain.
Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Aya dan Cai harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, termasuk prasangka dan diskriminasi dari orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga harus menghadapi masa lalu mereka yang penuh dengan luka dan trauma. Aya harus menghadapi kenyataan bahwa keputusannya untuk meninggalkan Pantai Gading telah membuatnya terasing dari keluarganya, sementara Cai harus menghadapi masa lalunya yang penuh dengan kesedihan dan kehilangan.
Ketegangan semakin meningkat ketika Aya dan Cai harus menghadapi tekanan dari keluarga dan masyarakat yang tidak menerima hubungan mereka. Mereka harus berjuang untuk mempertahankan cinta mereka dan membuktikan bahwa mereka dapat mengatasi semua rintangan yang ada. Dalam perjalanan ini, Aya dan Cai belajar untuk saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, serta menemukan kekuatan dalam cinta mereka.
Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti cinta, pengorbanan, dan perjuangan untuk mencapai kebahagiaan. Dengan suasana yang penuh emosi dan alur cerita yang penuh dengan liku-liku, Black Tea menawarkan pengalaman menonton yang mendalam dan menggugah pikiran. Penampilan Nina Mélo sebagai Aya sangat mengesankan, membawa karakter ini hidup dengan penuh emosi dan keteguhan hati. Chang Han juga memberikan penampilan yang kuat sebagai Cai, seorang pria yang harus menghadapi masa lalunya dan menemukan kebahagiaan dalam cinta.
Black Tea juga menampilkan penggunaan efek visual yang mengesankan untuk menciptakan suasana yang hangat dan penuh keajaiban. Dengan penggunaan pencahayaan yang efektif dan efek suara yang menenangkan, film ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang menyenangkan dan menggugah pikiran. Film ini juga menampilkan penampilan yang kuat dari para pemerannya, dengan Nina Mélo dan Chang Han yang memimpin cerita dengan penampilan mereka yang mengesankan.
Secara keseluruhan, Black Tea adalah film drama romantis yang berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh keajaiban, dengan alur cerita yang penuh dengan tikungan dan kejutan yang membuat penonton tetap terjaga dan terlibat sepanjang film. Dengan penampilan yang kuat dari para pemerannya dan penggunaan efek visual yang mengesankan, Black Tea menawarkan pengalaman menonton yang menghibur dan menggugah pikiran.